Gema Salawat Berkumandang di Gereja

Gema Salawat Berkumandang di Gereja

25 DESEMBER diperingati secara serentak hari natal di seluruh penjuru dunia. Umat Kristiani memperingatinya dalam rangka mengingat kelahiran Sang Juru Selamat, Yesus Kristus. Masing-masing gereja memiliki tradisi yang berbeda, dalam mengekspresikan, hari natal itu. Namun yang pasti: setiap natal begitu bernilai bagi para pemeluknya.

Hal inilah yang kemudian melatarbelakangi Gereja Kristen Indonesia (GKI) Pamitran Cirebon mengambil tema perbedaan, ‘Kasih Natal untuk Perdamaian’. Dihelat di depan pelataran Gereja yang beralamat di Jalan Kromong Kota Cirebon, sekurang-lebihnya diikuti oleh 500 orang. Pendeta Kukuh Aji Irianda, dalam khotbahnya, mengatakan, “Gereja harus mulai lebih terbuka dan progresif, utamanya dalam merespon pelbagai persoalan bangsa hari-hari ini, salah satunya, membuka ruang selebar-lebarnya dalam bagaimana merajut kerjasama antar individui, golongan dan agama. Dan GKI Pamitran membuktikan itu pada peringatan Natal tahun ini,”

Acara dimulai pada pukul enam sore, dan berakhir pada jam sembilan malam. Dari sekian prosesi ritus Natal di GKI Pamitran, terdapat beberapa sesi, yang menghadirkan Komunitas Muslim terlibat di dalamnya. Di antaranya, dialog interaktif oleh K.H. Amin Fuad, pengasuh pesantren Bapenpori Babakan Ciwaringin Cirebon. Dialog yang berjalan sekitar satu jam itu, banyak menguari bagaimana wajah Islam yang lebih toleran di tengah keragaman yang ada. Selain itu, yang menarik adalah penampilan dari grup qasidah asal Pesantren Jambu dan pembacaan solawat yang diiringi lagu Malam Kudus. (admin)

 

Comments Closed

Comments are closed. You will not be able to post a comment in this post.